deuniv

Catatan Kliping OPS ( Operator Sekolah )

21 November 2014

Kartu Indonesia Pintar KIP Lewat Dapodik


Dalam rangka implementasi Program Indonesia Pintar Tahun 2015,diinstruksikan kepada seluruh kepala sekolah SD, SMP, SDLB, SMPLB dan SLB agar segera melakukan pemutakhiran data siswa penerima BSM yang memiliki kartu KPS. Diwajibkan mengisi nomor KPS (SESUAI TERTERA DI KARTU KPS/ bukan nomor lain) di aplikasi dapodikdas pada tabel peserta didik bagi yang memiliki

Demikian pengumuman ini dibuat atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terimakasih
sumber infopendataan

Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar no: 5086/C/MI/2014 tentang  Pemanfaatan data Dapodik untuk BSM/KIP.  Download

Pada surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota seluruh Indonesia tersebut disebutkan bahwa pada tahun 2015 Program BSM akan dilanjutkan dengan program Indonesia Pintar (PIP) yang diberlakukan secara nasional dan mekanisme seleksi siswa penerima PIP akan dilakukan melalui Dapodik.
Untuk itu diinstruksikan kepada pihak sekolah agar mendata dan mengisi data siswa dari orang tuanya pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sesuai dengan formulir yang tersedia di aplikasi dapodikdas versi 3.01, dengan jalan :
  1. Melakukan identifikasi semua siswa yang orang tuanya pemegang KPS/KKS
  2. Meminta kepada siswa untuk menyerahkan fotokopi KPS/KKS
  3. Segera melakukan pemutakhiran data dan pengiriman data siswa melalui mekanisme sinkronisasi data dapodikdas
  4. Proses pemutakhiran data oleh sekolah agar dilakukan selambat-lambatnya tanggal 21 Desember 2014. 
sumber/dikutip: http://al-maududy.blogspot.com/2014/11/tahun-2015-program-bsm-datanya-dari.html

20 November 2014

Verval PD Untuk Data Peserta Didik

Penyegaran

1. Acuan data Peserta Didik adalah data yang berada di tabel referensi VervalPD.

2. Setelah melakukan konfirmasi data yang ada di tabel konfirmasi VervalPD maka data yang berada di tabel referensi VervalPD akan mengupdate data yang beradata di http://nisn.data.kemdikbud.go.id dan dapodik.

 

3. Perbaikan data Peserta Didik untuk Nama dan Tanggal Lahir, harus menyertakan berkas pendukung berupa Akta Kelahiran atau Surat Kenal Lahir atau KK atau Surat Keterangan dari Kepala Desa dan Ijazah untuk perbaikan NISN.

 

4. 3 digit pertama NISN tidak harus sama dengan 3 digit akhir tahun lahir, sehingga apabila terjadi perbedaan tersebut tidak perlu melakukakn perbaikan NISN

 

5. Apabila terjadi data ganda pada tabel referensi vervalPD, salah satu data di unmatch agar datanya kembali ke residu

 

6. Sebelum melakukan vervalPD, OPS harus mendaftar/registrasi di SDM-PDSP http://sdm.data.kemdikbud.go.id agar mendapatkan akun, username dan password.

 

7. Di SDM-PDSP tersebut, lengkapi profil OP dinas atau Sekolah berikut Photo, serta lakukan ubah password secara berkala, bisa tiap bulan atau tiap 3 bulan, untuk menjaga keamanan akun.

 

8. Sampaikan informasi atau usul dan saran di forum komunikasi SDM-PDSP dan aktifitas OP Dinas atau Sekolah di forum tersebut

 

9. OP Dinas dan OP Sekolah yang sudah mengikuti BIMTEK VERVAL yang di selenggarakan oleh PDSP di beberapa kabupaten/kota harus menyampaikan/ mensosialisasikannya kepada teman OPS yang lain yang tidak mendapat kesempatan BIMTEK VERVAL tersebut

10. NISN yan sudah tertulis di ijazah dan NISN tersebut tidak menggunakan NISN yang diambil dari tabel referensi VervalPD dinayatakan tidak syah, sehingga sekolah yang mengeluarkan Ijazah tersebut harus membuat surat keterangan telah terjadi kelalaian dan kesalahan dalam penulisan NISN dan surat tersebut harus di legalisir/mengetahui Kepala Dinas setempat

 

11. Sync/Update antar server di data center Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dilakukan tiap pukul 22.00 WIB sampai dengan 03.30 WIB.

 

12. Berhubung tingginya transaksi data di PDSP dan DAPODIK, data Peserta didik tidak bisa langsung terupdate.

 

13 Semoga bermanfaat

SALAM SATU DATA ,,,,,,,,, Berkualitas !!!!!!!!!!

NB:

Perbaikan data Peserta didik untuk Nama dan Tanggal Lahir di tutup pada tanggal 20 November 2014 sesuai dengan pemberitahuan, semoga bisa di fahami

 

Sumber: Bapak Taufik

10 November 2014

Kitab Syifaul Jinan (Hidayatusshibyan) - Pendahuluan

 Kalau di pondok, munkin pernah mengaji ini. Dan untuk menghafalkannya dengan cara di lagukan. Lagunya menurut saya bagus, dan bisa membuat mudah untuk mengigatnya. Berikut adalah postingan tentang kitab Syifaul Jinan yang saya dapatkan dari http://herryflawless.blogspot.com/2013/08/syifaul-jinan-hidayatusshibyan.html
Bukan untuk apa-apa, cuma ingin mengkaji ulang saja apa yang saya pernah pelajari di masa kecil di musholla dekat rumah. Semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila dalam penerjemahannya terdapat kesalahan atau kekeliruan.

Kitab Syifaul Jinan
Pengarang: Ahmad Muthahhir Ibn Abdurrahman
أَلْحَمْدُ لِلهِ وَصَلَّى رَبُّنَا    #  عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى حَبِيْبِنَا
وَ آلِهِ وَصَحْبِه وَمَنْ قَرَا #   وَهَاكَ فِى التَّجْوِيْدِ نَظْمًا حُرِّرَا
Tegese: Kabeh puji iku kagungane Gusti Allah kang Maha Agung lan muga-muga tambahi kawelasan serta kaagungan tetepa kanjeng nabi Muhammad SAW. sing pinileh kekasih kita uga lumebera ingatase kaluargane, shahabate, lan kabeh wong kang maca Qur’an kang apik-apik. Ewadene kuwi becik ngajia ilmu Tajwid (Tajweed) nadzoman kang wis dibersiake.

“Segala puji bagi Allah yang Maha Agung dan semoga kemuliaan dan kebesaran tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW kekasih kita, juga para keluarganya, sahabatnya, serta semua orang yang membaca al-Qur’an dengan baik. Dan di dalam ilmu Tajwid (Tajweed) ini terdapat nadzoman yang sudah diselaraskan”
سَمَيْتُهُ هِدَايَةَ الصِّبْيَانِ   #  أَرْجُو إِلهِى غَايَةَ الرِّضْوَانِ
Tegese: Nadzoman iki tak jenengi “Hidayatasshibyan” maknane nuduhake ing bocah-bocah. Olihku ngarang kanti ngarep-ngarep banget ing katoe ridhone Gusti Allah.

“Nadzoman ini dinamakan ‘Hidayatusshibyan’ sebagai pedoman untuk anak-anak. Dan mengharapkan sekali keridhoan Allah.”
بَابُ أَحْكَامِ التَّنْوِيْنِ وَالنُّوْنِ السَّاكِنَةِ
Kang aran tanwin iku nun mati kang manggon ana ing akhire isim kang katon nalika diucapake lan ilang nalika ditulis lan nalika pinuju wakof, kaya lafadz: سَمِيْعٌ عَلِيْمْ, سَمِيْعًا بَصِيْرَا. Dene nun sakinah iku nun mati kang tetep nalika kaucapake lan nalika katulis lan nalika wakof, pada uga manggon ana ing huruf, kaya lafadz: عَنْ, utawa ing isim kaya lafadz: أَنْهَارْ, utawa ing fi’il kaya lafadz: صُنْ.

“Yang namanya tanwin adalah nun mati yang terletak di akhir isim yang terlihat ketika diucapkan dan hilang ketika ditulis dan ketika waqof, seperti lafadz: سَمِيْعٌ عَلِيمْ, سَمِيْعًا بَصِيْرَا. Sedangkan nun sakinah ialah nun mati yang tetap ketika diucap dan ditulis dan ketika waqof, sama juga terdapat pada huruf, seperti lafadz: عَنْ; atau pada isim, seperti lafadz: أَنْهَارْ; atau pada fi’il, seperti lafadz: صُنْ.”
أَحْكَامُ تَنْوِيْنٍ وَنُوْنٍ تَسْكُنُ   #  عِنْدَ الْهِجَاءِ خَمْسَةٌ تُبَيَّنُ
Tegese: Hukum-hukume tanwin lan nun mati nalika ketemu salah sijine huruf Hijaiyyah wolulikur iya iku: hamzah ((أ, ba(ب) , ta(ت) , tsa(ث) , jim(ج) , ha(ح) , kha(خ) , dal(د) , dzal(ذ) , ra(ر) , za(ز) , sin(س) , syin(ش) , shad(ص) , dhadh(ض) , tha(ط) , zho(ظ) , ‘ain(ع) , ghain(غ) , fa(ف) , qaf(ق) , kaf(ك) , lam(ل) , mim(م) , nun(ن) , wawu(و) , ha(هـ) , ya(ي) . Iku ana lima sing bakal katerangake kabeh ing ngisor iki – Insya Allah.

“Hukum-hukum tanwin dan nun mati ketika bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyyah yang duapuluh delapan, yaitu: hamzah ((أ, ba(ب) , ta(ت) , tsa(ث) , jim(ج) , ha(ح) , kha(خ) , dal(د) , dzal(ذ) , ra(ر) , za(ز) , sin(س) , syin(ش) , shad(ص) , dhadh(ض) , tha(ط) , zho(ظ) , ‘ain(ع) , ghain(غ) , fa(ف) , qaf(ق) , kaf(ك) , lam(ل) , mim(م) , nun(ن) , wawu(و) , ha(هـ) , ya(ي) . itu ada lima yang akan diterangkan di bawah ini – insya Allah.”
إِظْهَارُ إِدْغَامٌ مَعَ الْغُنَّةِ أَوْ   #   بِغَيْرِهَا وَالْقَلْبَ وَالْإِخْفَا رَوَوْا
Tegese: Rupane lima mau ya iku: 1. Izhhar إِظْهَارْ (ngetoake saban-saban huruf sangka makhraje tanpa brengengeng), 2. Idgham ma’al ghunnah إِدْغَامْ مَعَ الْغُنَّهْ (manjingake huruf awal maring huruf kaping pindo sakira dadi huruf siji kang ditasydidi sarana brengengeng), 3. Idgham bighairil ghunnah إِدْغَامْ بِغَيْرِ الْغُنَّهْ (idgham tanpa brengengeng), 4. Iqlab إِقْلَابْ (angganti tanwin lan nun mati ing mim), 5. Ikhfa إِخْفَاءْ (nyamarake wacan antarane Izhhar lan Idgham tanpa tasydid sarana brengengeng).
Ket: Ghunnah (brengengeng) ya iku suara ina kang metu sangka janur irung.

“Macam-macam hukum lima tersebut, yaitu: 1. Izhhar إِظْهَارْ (mengeluarkan/menyuarakan tiap-tiap huruf yang makhrajnya dengan tanpa berdengung), 2. Idgham ma’al ghunnah إِدْغَامْ مَعَ الْغُنَّهْ (memasukkan huruf awal pada huruf kedua agar menjadi satu suara yang seolah bertasydid dengan berdengung), 3. Idgham bighairil ghunnah إِدْغَامْ بِغَيْرِ الْغُنَّهْ (Idgham dengan tanpa berdengung), 4. Iqlab إِقْلَابْ (mengganti tanwin dan nun mati pada bunyi mim), 5. Ikhfa إِخْفَاءْ (menyamarkan bacaan antara Izhhar dan Idgham tanpa tasydid dengan cara berdengung).
Ket: Ghunnah (berdengung) yaitu suara yang keluar dari hidung.